Pertumbuhan Yang Terimpit

•22 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 23 Februari 2010 –

Baca: Lukas 8:4-15
Ayat Mas: Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Lukas 8:14
Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7-8; Markus 4:21-41

Saya punya seorang teman yang gemar membaca buku rohani, mengikuti kegiatan pembinaan iman, dan bersemangat sekali ketika berbicara tentang teologia. Ia juga aktif melayani. Banyak orang menghormatinya sebagai orang kristiani yang baik. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika suatu hari ia mengaku telah meninggalkan iman kristiani. Ternyata dari pengakuan teman-teman dekatnya, ia sesungguhnya belum melepaskan gaya hidup foya-foya. Itu sebabnya dalam keseharian pun ia sangat labil. Bisa tiba-tiba kehilangan antusiasme dalam pelayanan atau susah bekerja sama dengan rekan lain.

Yesus berbicara tentang hal seperti ini ketika membicarakan firman yang jatuh di tanah bersemak duri. Firman itu memang bertumbuh. Memang menghasilkan buah. Namun, pertumbuhannya terimpit, sehingga buahnya tidak matang. Ada pengaruh lain yang mengimpit pertumbuhan firman. Kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup adalah tiga pengimpit yang disebut Yesus di sini. Dan pada masa modern sekarang ini, kenikmatan hidup merupakan salah satu tantangan berat yang kita hadapi. Ia meracuni pikiran kita, sehingga firman yang kita terima tak dapat bertumbuh.

Dalam dunia yang semakin menekan kita untuk mengejar kenikmatan hidup, sangatlah penting bagi kita untuk lebih banyak membaca firman Allah. Dengan menyerap sebanyak mungkin kebenaran firman, kita akan memiliki hikmat untuk menjaga hati. Dunia ini terus menaburkan “semak kenikmatan hidup”—melalui apa yang kita baca, tonton, dan nikmati—yang bisa berakar di hati kita. Maka, kita perlu memilih aktivitas yang mendukung kerohanian. Agar firman-Nya leluasa membarui hidup kita.

CEGAHLAH KEDUNIAWIAN MENGIMPIT PERTUMBUHAN FIRMAN TUHAN DI HATI KITA

Happy Ending

•22 Februari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

This is the way you left me,
I’m not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it’s forever.
Then live the rest of our life,
But not together.

Wake up in the morning, stumble on my life
Can’t get no love without sacrifice
If anything should happen, I guess I wish you well
A little bit of heaven, but a little bit of hell

This is the hardest story that I’ve ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I’m wastin’
And I’m wastin’ everyday

This is the way you left me,
I’m not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it’s forever.
Then live the rest of our life,
But not together.

2 o’clock in the morning, something’s on my mind
Can’t get no rest; keep walkin’ around
If I pretend that nothin’ ever went wrong, I can get to my sleep
I can think that we just carried on

This is the hardest story that I’ve ever told
No hope, or love, or glory
Happy endings gone forever more
I feel as if I feel as if I’m wastin’
And I’m wastin’ everyday

This is the way you left me,
I’m not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it’s forever.
Then live the rest of our life,
But not together.

A Little bit of love, little bit of love
Little bit of love, little bit of love [repeat]

I feel as if I feel as if I’m wastin’
And I’m wastin’ everyday

This is the way you left me,
I’m not pretending.
No hope, no love, no glory,
No Happy Ending.
This is the way that we love,
Like it’s forever.
To live the rest of our life,
But not together.

Pertimbangkan Sebelum Bilang, “I Love You”

•22 Januari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jangan sembarangan memilih pasangan hidup. Karena itu, sebaiknya Anda tidak sembarangan mengucapkan “I Love you”, apalagi, jika Anda baru mengenal seseorang. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum Anda mengatakannya :

1. Apakah Anda memang benar-benar mencintainya? Anda harus benar-benar mencintai orang tersebut bukan hanya sekedar tertarik.

2. Spontan atau direncanakan? Rencanakan kapan Anda akan mengatakannya. Buatlah sebuah momen yang membuat pasangan Anda terkesan sehingga dia akan mengingatnya seumur hidupnya.

3. Apakah waktunya tepat? Rencanakan waktu yang tepat sehingga Anda bisa nyaman mengatakannya. Ketika pasangan Anda dalam suasana hati bahagia dan nyaman akan memudahkan Anda mengambil hatinya.

4. Lebih baik menunjukkan, atau mengatakannya? Tunjukan cinta Anda! Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa perbuatan berbicara lebih keras daripada kata-kata saja. Sadarilah bahwa kehadiran Anda dan perbuatan Anda akan memperkuat makna dari kata ” I Love You” Anda.
Total View : 1299 kali
Sumber : berbagai sumber


CoRetaN seoRang puTuS aSa..!

•5 Januari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar
Saat aku sendiri, terkadang ketakutan datang merasuk pikiran dan jiwaku. Segalanya begitu buram dan kabur. Bagaikan menyetir mobil di pagi buta dengan kabut tebal yang menutupi pemandangan jalan. Aku tak tau apa yang akan terjadi di depan sana, di masa depanku. Terkadang gelisah sendiri akan semua masalah yang membuatku depresi. Tak ada jalan keluar. Aku seperti terkurung di sebuah kotak hitam yang tak dapat kutemukan pintu keluarnya.
Saat itu aku sendiri.
Tak ada orang lain di sampingku.
Sendiri.

Aku takut melangkah dengan setiap keputusan yang aku ambil. Ingin menjadi tegar dan tegas. Namun tak pernah bisa. Tak ada secercah sinar harapan yang kutemukan saat aku mencari-cari terang itu.
Ia bersembunyi. Hingga aku sendiri. Sendiri.

Aku ingin seseorang untuk bersandar. Seseorang untuk berpegangan. Seseorang yang menopangku. Menopang jalanku yang terseok-seok. Sepertinya hidupku sudah lama berakhir. Hanya ingin menemukan terang. Terang, kamu di mana? Aku mencarimu….

Perubahan Hidup Yang Berkenan Bagi Allah

•13 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna.” Roma  12:2

Beberapa  orang menginginkan perubahan terjadi pada lingkungan atau orang-orang disekitarnya.  Ada yang menginginkan agar seseorang itu  berubah seperti yang dikehendakinya. Seorang suami sangat ingin isterinya berubah, seorang isteri ingin suaminya berubah, orangtua ingin anak-anaknya berubah, atau kita ingin teman/tetangga/mertua/dan orang lainnya berubah seperti yang kita inginkan. Namun dalam kenyataannya hal tersebut sangat sulit terjadi.

Kisah  seorang isteri yang memiliki suami berperilaku kasar, ingin sekalinya suaminya dapat berubah, dan ia telah berdoa untuk itu selama dua tahun. Melalui doanya kepada Tuhan,  Ia memaksa Tuhan untuk mengubah suaminya. Tetapi, isteri ini belum juga melihat ada perubahan pada suaminya. Suatu ketika ia sadar melalui firman Tuhan:
*courtesy of PelitaHidup.com
Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya  jika ada diantara mereka yang  tidak taat kepada Firman, mereka  juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup isteri mereka itu” 1 Pet 3:1-2

Perubahan Hidup Yang Berkenan Bagi Allah

Melalui ayat ini Petrus memberitahukan bahwa seorang isteri  harus memiliki sikap yang dapat  menuntun suaminya hidup dalam kasih Allah, yaitu dengan cara isteri harus   menghargai suaminya, tunduk kepada suami dan mengakui kepemimpinan suami sebagai kepala dalam keluarga. Ketika suami melihat perubahan pada isterinya itu, maka  tanpa perkataan isterinya, suaminya dapat dimenangkan. Dimenangkan artinya, memiliki kehidupan di dalam Firman Allah. Akhirnya, suaminyapun berubah.

Kita mungkin pernah  menjumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, ada orang yang mengatakan “Dari sananya saya sudah begini”. Saya tidak mau ada orang yang turut campur dalam hidup saya, saya tidak dapat dirubah oleh siapapun karena  saya memang sudah begini. Anggapan atau pendapat seperti ini adalah keliru. Pada kenyataannya adalah bahwa tidak ada manusia yang sempurna sehingga ia tidak perlu lagi berubah. Allah telah menciptakan manusia dari semula dengan rencanaNya yang sempurna.

Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita” Kej 1:26a

Allah menghendaki manusia dapat mencerminkan kasih, kemuliaan dan kekudusan-Nya, karena memiliki keserupaan dengan Allah, manusia memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar. Tetapi ketika Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa, maka keserupaan dengan Allah ini telah tercemar.

Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” Kej6:5

Dalam proses penebusan, orang percaya harus diperbaharui kepada keserupaan dengan Allah dalam tabiat, kasih dan kekudusan-Nya.

*courtesy of PelitaHidup.com

Pasto – Aku Pasti Kembali

•13 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Waktu tlah tiba
Aku kan meninggalkan
Tinggalkan kamu
‘tuk sementara
Kau dekap aku
Kau bilang jangan pergi
Tapi ku hanya dapat berkata
Reff:
Aku hanya pergi ’tuk sementara
Bukan ’tuk meninggalkanmu selamanya
Ku pasti ’kan kembali pada dirimu
Tapi kau jangan nakal
Aku pasti kembali
Kau peluk aku
Kau ciumi pipiku
Kau bilang janganlah ku pergi
Bujuk rayumu
Buat hatiku sedih
Tapi ku hanya dapat berkata
Back to Reff:
Pabila nanti
Kau rindukanku didekapmu
Tak perlu kau risaukan
Aku pasti akan kembali
Back to Reff: 2x

HIDUP HANYA 3 HARI

•27 Agustus 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan;
dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)
Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT)
Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini
bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan
ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan
hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya.
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan
rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,
karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada
orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena
siapakah diri anda sendiri jadi teman,
jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau
masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik.

HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!!!!!!

The day will come when you will review your life
and be thankful for every minute of it.
Every hurt,every sorrow, every joy, every
celebration, every moment of your life will be a treasure.
This is why today is called a PRESENT

…..believe to your life……..

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.